Friday, February 10, 2012

Peng, Akuntasi II; PENENTUAN HARGA PEROLEHAN AKTIVA TETAP

PENENTUAN HARGA PEROLEHAN AKTIVA TETAP


Misalkan perusahaan membeli sebidang tanah dengan harga jual Rp 250.000.000,-  Diatas tanah tersebut terdapat sebuah bangunan/gedung tua, yang jika bangunan tersebut akan dibongkar biayanya sebesar Rp 10.000.000,- Biaya balik nama Rp 2.500.000,- biaya komisi perantara Rp 10.000.000. sehingga harga perolehan tanah tersebut adalah :



Harga tunai tanah……………………..Rp 250.000.000,-

Pembongkaran gedung…………..........Rp   10.000.000,-

Biaya balik nama……………………...Rp     2.500.000,-

Biaya komisi/makelar…………………Rp   10.000.000,-

          Harga perolehan tanah …………..Rp 272.500.000,-





Misalkan PT XYZ membeli mesin pabrik seharga  Rp150.000.000,- pengeluaran lain yang berkait dengan pembelian mesin pabrik yaitu : pajak pertambahan nilai (PPn) Rp 15.000.000,- premi asuransi pengangkutan  atau kecelakaan  

Rp 400.000,- pemasangan dan pengujian Rp.6.000.000,- dan biaya service/perbaikan karena terjadi kesalahan dalam pemasangan Rp 800.000,-, maka :



Harga tunaim mesin……………………Rp 150.000.000,-

PPn……………………………………..Rp   15.000.000,-

Asuransi pengangkutan………………...Rp     4.000.000,-

Pemasangan dan pengujian…………….Rp     6.000.000,-

          Harga perolehan mesin……………Rp 175.000.000,-





Jurnal: (pembelian mesin).

                  

Mesin pabrik                                     Rp 175.000.000,-

Kerugian pemasangan mesin   Rp        800.000,-

                    Kas                                                                  Rp 175.800.





MASALAH KHUSUS DLM PENENTUAN H.PEROLEHAN

a.     Pembelian dengan menggunkan wesel berbunga.

b.     Pembelian dalam satu paket

c.      Perolehan dengan membangun sendiri.



a. Pembelian dengan menggunakan wesel berbunga.  

  

   Misalkan PT.ABC membeli sebuah mesin pabrik pemintalan

   benang yang harga tunainya Rp.10.000.000,- PT.ABC mem-

   berikan uang muka sebesar Rp 2.000.000,- dan sisanya dibayar

   dengan wesel senilai Rp.8.000.000,- jangka waktu 1 tahun,

   dengan bunga 10%



   jurnal : (mencatat transaksi pembelian)

          Mesin pabrik                 Rp10.000.000,-

                   Kas                                                   Rp 2.000.000,-

                   Utang wesel                                      Rp 8.000.000,-

 

  Catatan : wesel saat jatuh tempo.

  Jurnal :     Utang wesel          Rp 8.000.000,-

                   Utang bunga         Rp     800.000,-(10% x Rp8.000.000)

                             Kas                                          Rp8.800.000,-

                                                                                      



b.Pembelian dalam satu paket.

    Biasa juga disebut pembelian secara Lump-sum, terjadi bila

    beberapa jenis aktiva dibeli secara bersama dalam satu tran-

    saksi.



    Mis: PT.XYZ bergerak dibidang perhotelan,membeli hotel

              dari perusahaan lain dengan harga tunai Rp140.000.000-

            dan pengallokasian harga beli dengan menggunakan

            harga pasar masing-masing golongan aktiva sbb:



Golongan    Harga pasar         % dari total          Perhitungan %               Allokasi harga

                                      Harga pasar                   dari harga beli                perolehan

________   ____________     __________     ___________________     _______________

Tanah                Rp 40.000.000            25%                     25% x Rp140.000.000     = Rp 35.000.000,-

Gedung      Rp100.000.000         62,5%     62,5% x Rp140.000.000     = Rp 87.500.000,-

Peralatan   Rp  20.000.000         12,5%          12,5% x Rp140.000.000     = Rp 17.500.000,-         

              Rp160.000.000             100 %                                           = Rp140.000.000,-           

                  ===========                                                               ===========



Jurnal : Pembelian Aktiva Tetap (Hotel)

              

               Tanah             Rp 35.000.000,-

             Gedung              Rp 87.500.000,-

             Peralatan           Rp 17.500.000,-                                  

                   Kas                                Rp 140.000.000,-





c. Perolehan dengan membangun sendiri         

    Misalkan perusahaan membangun garasi untuk kendara-

    an ukuran 5 x 5 m, dengan harga wajar (pasar) pembangunan

    sebesar Rp 50.000.000,- Seandainya perusahaan membangun

    garasi ternyata hanya menelan biaya sebesar Rp 8.000.000,-

    maka berdasarkan PAI, melarang perusahaan untuk mengakui

    adanya keuntungan dalam kejadian tersebut.




Search This Blog